Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IPMAFA Pati menyelenggarakan seminar internasional dengan "Nadzariyyatut Tajamah wa Tathbiqatuha Fauriyyah" (Konsep Tarjamah dan Aplikasinya Secara Spontan), Sabtu (13/1/2017). Seminar ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan Kemah Arab (Mukhayyam Araby) yang diselenggarakan Prodi PBA di Ma'had IPMAFA.

Seminar yang menghadirkan Narasumber Syaikh Ibrahim Syafii dari Australia dan Luqman Hakim ini diikuti oleh semua mahasiswa Prodi PBA dan sejumlah dosen IPMAFA sekaligus siswa dari sekolah luar.

Dalam paparannya, Syaikh Ibrahim membekali para peserta tentang hal-hal yang harus dikuasai dalam skill menterjemah. Selain itu, mahasiswa yang ingin memperdalam Bahasa Arab juga harus melakukan komparasi dengan bahasa lain karena setiap bahasa memiliki karakter yang berbeda.

Ada empat syarat yang harus disiapkan dalam ilmu tarjamah meliputi: skill reading, speaking, writing dan listening. Tanpa hal tersebut akan sulit mengaplikasikan tarjamah secara benar. Selain itu, penterjemah juga harus memiliki konteks dan wawasan kedua bahasa baik bahasa yang akan diterjemah maupun bahasa yang dipakai untuk menterjemah.

Sementara narasumer kedua, Luqman Hakim memaparkan banyak hal tentang konsep tarjamah dalam bahasa Arab. Luqman juga mengelaborasi tentang beberapa ke-khasan bahasa Arab yang bagi penterjemah perlu wawasan lebih dalam agar tidak mengalami kesalahan menterjemah. Untuk skill tarjamah secara langsung membutuhkan wawasan yang luas karena dituntut paham konteks bahasa yang disampaikan secara spontan, berbeda dengan tarjamah tulisan yang memberi kesempatan bagi penterjemah untuk mencari informasi di luar dalam waktu tertentu.

Paparan kedua narasumber mendapat respon positif dari peserta dengan disampaikannya beberapa pertanyaan kepada narasumber terkait penguasaan keilmuan tarjamah. Para peserta juga diajak praktek langsung menterjemah oleh Syaikh Ibrahim dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia.








Share To:

Post A Comment: