Pati, Selasa 19/5 2015. Kampus kebanggaan warga kajen dan sekitarnya baru-baru ini telah mengadakan pelatihan tarjamah serta lomba terjamah tingkat Aliyah se-karesidenan pati dan mahasiswa internal Kampus sendiri, yang diikuti seluruh mahasiswa PBA mulai dari semester 2 sampai semester 8. Dalam rangka meningkatkan kualitas bahasa Arab siswa dan mahasiswa dalam menerjemah teks arab ke dalam bahasa indonesia, panitia (Sie. Tarjamah Bem Pro PBA bekerja sama dengan PUSHAMI) menghadirkan narasumber ahli tarjamah dari Jogjakarta bapak Dr. Khairun Nahdliyyin, seorang pakar dan ahli tarjamah bahasa Arab dari Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Bertempat di Aula Staimafa acara berjalan menarik dan penuh antusias dari mahasiswa PBA dan siswa yang diundang, hal ini dipengaruhi oleh penjelasan dari narasumber yang enerjik, menarik dan mudah untuk di pahami. “Sebelumnya saya tidak tertarik dan kesulitan dengan materi tarjamah, namun setelah mengikuti acara ini saya merasa bahwa menterjemah menjadi menarik dan mudah untuk dilakukan” ujar salah seorang peserta yang mengikuti Pelatihan tersebut.
Menurut bapak Khairun Nahdliyyin, kegiatan menerjemah harus dilakukan secara kontinue dan sabar dalam menjalani prosesnya untuk menghasilkan karya yang baik. Karena menerjemah tidak semudah membaca atau menulis sebuah karangan namun, ia lebih dari sekedar menulis, seorang penerjemah harue mengalihkan pesan yang ada dalam bahasa satu ke bahasa yang lain. Sehingga seorang penerjemah harus memiliki tahapan-tahapan proses sebelum menerjemeh, seperti paham akan qowa’id bahasa Arab. Setelah itu tinggal aplikasi dan praktek menerjemah yang perlu diasah setiap harinya.
Adapun acara ini dapat membantu segenap civitas akademika khususnya PBA dalam pembelajaran mata kuliah tarjamah di kampus Staimafa, ujar Ka.Prodi PBA. Harapan kedepan kerjasama acara pelatihan tarjamah semacam ini akan terus berlanjut, sehingga kedepan lulusan yang ingin di capai oleh Staimafa dapat tercapai, ujar ketua pelaksana Endri Stiawan.
Selain pelatihan, peserta juga saling berlomba menterjemah materi yang diberikan. Dalam hal tersebut juara pertama diraih oleh siswa Mathali’ul Falah Banin, juara ke-dua diraih oleh MA Mu’allimat NU Kudus, dan untuk juara ke-tiga di raih oleh MA MMH Tayu Pati. Dengan adanya pelatihan dan lomba ini harapannya semagat serta ghiroh untuk menterjemah kembali hadir dalam diri siswa dan mahasiswa Islam, untuk meraih kembali kejayaan ilmu pengetahuan di dunia Islam.[HZ]
Share To:

Post A Comment: